Saturday, December 13, 2014

Banyak Gerak, Menambah Ketangkasan Belajar Anak

Aktivitas fisik tidak hanya berdampak positif bagi kesehatan fisik anak, tapi juga memperkuat kemampuan kognitif belajar anak, sebagaimana hal ini disampaikan oleh para peneliti dari University of Jyvaskyla dalam penelitiannya.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal ilmiah PLOS ONE, meneliti bagaimana secara objektif mengukur dan melaporkan aktivitas diri anak dan perilaku anak yang tetap, berhubungan dengan fungsi kognitif anak di masa-masa sekolah.

Sejumlah 223 anak-anak dari sekolah-sekolah di daerah Jyvaska, Finlandia, berpatisipasi dalam penelitian tersebut.

Para peneliti secara objektif selama 7 hari berturut-turut. Mereka mengevaluasi aktivitas fisik anak dan waktu lainnya seperti waktu ketika di depan computer, TV dan game.

Kemudian fungsi kemampuan kognitif anak seperti memori dalam apa yang anak lihat, fungsi eksekutif, perhatian dan kepercayaan diri dievaluasi menggunakan tes berbasis komputer yang bernama Cambridge Neuropsychological Test Automated Battery dengan 5 tes yang berbeda.

Hasil menunjukkan bahwa aktivitas diri anak yang aktif berkaitan dengan performa yang baik ketika waktu tes respon kemampuan memperhatikan anak.Sebaliknya, dalam aktivitas yang sifatnya tetap atau tidak banyak gerak seperti duduk di depan computer atau bermain game berdampak negatif terhadap kinerja memori ingatan anak, sedankan penggunaan komputer bisa menyebabkan kemampuan memperhatikan anak memjadi lemah.

Efek positif dari aktivitas fisik anak kemungkinan besar karena banyak latihan fisik atau olahraga memacu sirkulasi darah di otak dan ketersedian oksigen, lebih-lebih juga meningkatkan fungsi jantung yang bermanfaat proses kemampuan memperhatikan, para peneliti menjelaskan.

Sumber ; koranopini.com

>> >> Baca Selengkapnya...

Mengapa Orang Jepang Sulit Belajar Bahasa Asing

Hampir semua orang Jepang sangat sulit mempelajari bahasa Inggris, meskipun mereka telah mempelajarinya selama 10 tahun, sejak SD sampai perguruan tinggi. Dan yang patut diketahui, kualitas dan level pembelajaran yang diberikan di Jepang tidak sama dengan negara lain.

Jika di Jepang level bahasa Inggris yang dipelajari ada di tingkat SMA, di luar negeri atau Indonesia, anak SMP sudah mempelajarinya. Selain kelemahan kompleksitas bahasa, orang Jepang mempunyai kebiasaan yang jelek dalam mempelajari bahasa asing. 

Seorang kolumnis Jepang meengemukakan empat alasan utama mengapa orang Jepang sangat sulit mempelajari bahasa asing

Berikut alas an mengapa orang jepang bisa kesulitan dalam menguasai bahasa asing seperti dikutip dari laman risalahatiku46.blogspot.com :

1. Orang Jepang Bukan Pembicara Yang Aktif

Orang Jepang mungkin sangat menjunjung tinggi ungkapan "Diam adalah Emas". Mereka sangat memperhatikan intonasi dan kalimat yang dipakai saat berbicara dan hal ini sangat berdampak buruk dalam mempelajari budaya asing. 

Misalnya bagaimana orang Jepang berkumpul bersama orang Eropa yang sedang bersenda gurau. Orang Jepang biasanya tak tahu cara bagaimana berekspresi saat melakukan percakapan dan bahkan kadang tak tahu kalau di antara mereka membuat lelucon. 

Mereka juga tidak akrab dengan ekspresi yang digunakan oleh orang Barat karena perbedaan budaya yang sangat mencolok.

2. Orang Jepang Takut Berbuat Kesalahan

Orang Jepang mungkin adalah orang yang paling pendiam di seluruh dunia karena kemungkinan mereka hanya tidak mau menyinggung dan mengganggu orang lain karena perkataannya sehingga mereka lebih banyak diam. 

Mereka berpendapat, mereka akan berbicara jika mereka sangat yakin dengan perkataan dan ekspresi yang diungkapkan oleh mereka orang Jepang dan hal ini membuat mereka dalam sebuah lingkaran setan. Jika tidak berbicara bagaimana mereka tahu ekspresi dan perkataan yang benar dalam sebuah percakapan.

3. Jepang Mempelajari Bahasa Inggris dengan Furigana

Furigana adalah pengucapan kata-kata dari bahasa asing yang diterapkan atau ditulis ke dalam bahasa Jepang (misalnya ada huruf kanji diatasnya terdapat huruf berukuran kecil Hiragana, itulah Furigana dan dalam hal ini bahasa Inggris yang dijadikan ke dalam bahasa Jepang dengan Katakana sebagai alatnya). 

Furigana sendiri dalam penerapannya ke dalam bahasa asing yang dalam hal ini kita contohkan bahasa inggris sangat berbeda dengan arti dan ucapannya. Contohnya "Track List" dalam Furigana menjadi "Tureku Risto"

4. Bahasa Asing Tidak Dipelajari Sejak Dini

Orang Asing begitu terkejut dengan fakta bahwa orang Jepang tidak mulai belajar Bahasa Inggris sampai berumur 12 Tahun atau 1 SMP barulah mereka belajar Bahasa Inggris. 

Inilah salah satu alasan mengapa level pembelajaran Bahasa Inggris antara Jepang dengan Negara lain sangat berbeda, namun Pemerintah Jepang tahun 2011 menerapkan peraturan tentang pembelajaran Bahasa Asing selama 35 Jam dalam setahun sejak usia dini.

>> >> Baca Selengkapnya...

Inilah Pria Jenius Yang Bisa Menguasai 32 Bahasa

Pernahkah anda mendengar istilah polyglotisme? Polyglotisme ialah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam menguasai berbagai bahasa di dunia. Orang dengan kemampuan seperti ini dinamakan polyglot. Untuk disebut sebagai polyglot setidaknya seseorang harus menguasai lebih dari 4 bahasa.

Di dunia ini hanya sedikit orang yang memiliki kemampuan luar biasa ini. Salah satu polyglot yang masih hidup dan menguasai bahasa terbanyak ialah Ioannis Ikonomou. Ia adalah penerjemah resmi untuk European Commision. Ioannis menguasai 32 bahasa.

Bahasa pertama yang ia pelajari adalah bahasa Inggris, karena ia sebenarnya berbahasa ibu Yunani. Ioannis mempelajari bahasa Inggris di usia 6 tahun, lantas ia meneruskannya ke bahasa Jerman dan Italia, dan seterusnya, hingga kini totalnya sudah 32 bahasa yang ia kuasai.

Bahasa-bahasa yang dikuasai oleh Ioannis antara lain, Inggris, Jerman, Italia, Polandia, Rusia, Turki, Arab, China, dan bahasa-bahasa kuno seperi Sansekerta, Bahasa Persia Kuno, Hittite, Gothic, Latin dan masih banyak lagi.

Cara Ioannis belajar bahasa ialah dengan banyak bepergian ke sebuah Negara, makan makanan khas Negara tersebut dan banyak membaca dalam bahasa Negara tersebut. Kini Ioannis tengah mempelajari Bahasa Amharic, bahasa Afrika paling tua.

Sumber : risalahatiku46.blogspot.com

>> >> Baca Selengkapnya...

Jaden Smith: Sekolah Hanya Alat untuk Cuci Otak

Jaden Smith rupanya tidak suka dengan sekolahan. Ia menganggap sekolah bukan hal yang keren. Ia mengemukakan pendapatnya dalam cuitan di akun Twitter-nya akhir pekan lalu.

Dengan menggunakan huruf besar di awal kata, putra dari aktor Will Smith dan Jada Pinkett ini menuliskan pendapatnya. "Orang sering bertanya padaku akan jadi apa aku kalau tua nanti dan aku akan mengatakan itu pertanyaan yang bodoh. Pertanyaan yang benar adalah siapa diriku saat ini," kicaunya, seperti dikutip Us Weekly, 16 September 2013.

Tidak hanya itu, Jaden malahan mengatakan kalau semua peraturan di dunia diciptakan oleh orang yang tidak lebih pintar dari kebanyakan orang. "Sekolah itu alat untuk mencuci otak anak muda. Pendidikan itu pemberontakan. Jika bayi baru lahir bisa bicara, mereka akan menjadi orang paling pintar di planet bumi ini," kicaunya lagi.

Bahkan, Jaden beranggapan seandainya semua orang di seluruh dunia keluar dari sekolah, mungkin dunia akan memiliki lingkungan yang lebih cerdas. "Sekarang tinggalkan teleponmu dan lakukan apa yang benar-benar ingin kamu lakukan," tambahnya.

Tidak jelas apa yang melatari Jaden berkicau seperti ini. Will Smith sendiri beberapa waktu lalu menyebutkan kalau ia membebaskan anak-anaknya untuk menjadi seperti yang mereka mau. "Kami menghargai anak-anak kami seperti kami menghargai orang lain," ujarnya kala itu.

Sumber ; tempo.co

>> >> Baca Selengkapnya...

Berikan 3 Pendidikan Seks Dini Bagi Si Kecil

Menurut psikolog anak Rosdiana Setyaningrum, bagi anak yang terpenting dalam pendidikan seks adalah menghargai dirinya sendiri, menghargai gendernya. Semua itu diperoleh dari dalam rumah, asuhan orang tuanya. Ibu dua putri yang akrab dipanggil Diana ini mengatakan, mengenalkan pendidikan seks sebaiknya sedini mungkin. Tentu dengan tahapan. 

Langkah pertama, Diana menjelaskan, bisa dengan memuji, untuk anak lelaki parasnya rupawan dan bocah perempuan wajahnya jelita. Beranjak besar sedikit, antara usia 9 bulan-1 tahun, mulailah perkenalan perbedaan jenis kelamin. Ada manusia berjenis perempuan dan laki-laki. 

Baru di usia 1,5 tahun, ketika anak belajar menggunakan peturasan (toilet), pemahaman lebih kompleks tentang alat kelamin dijelaskan, khususnya untuk fungsi fisiologis tubuh. Sekaligus menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan tubuh ketika buang hajat besar dan kecil. 

Rosdiana juga menyebutkan tiga hal pendidikan seks dini yang perlu diketahui si kecil sebagai berikut, seperti dikutip dari laman Tempo.co :

1.Hargai Pendapat Anak
Banyak orang tua yang tidak sadar kalau tindakan kasih sayang yang berlebihan, seperti mencium, memeluk, dan meraba anak bisa berbahaya. Rosdiana Setyaningrum menyarankan agar orang tua menghargai pendapat anak, ketika si kecil merasa tidak nyaman lagi dengan kontak fisik tersebut. Jika anak bilang berhenti, orang tua juga harus patuh. Sebab, ini akan berguna untuk anak menyadari bahwa sentuhan fisik yang diterimanya itu sudah tidak nyaman sehingga ia berhak menolak.

2.Melatih buang hajat di tempat yang benar
Kelihatan ringan, tapi, menurut Diana, justru dari hal kecil ini anak bisa belajar untuk tidak merugikan orang lain. Dengan kemampuan ini, anak bisa berpikir bahwa tindakan yang ia lakukan tidak hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga bisa merugikan orang lain. Efeknya bisa sampai dewasa.

3.Pakaian dalam bukan pakaian main
Bahaya pencinta kelainan seksual terhadap anak-anak, pedofilia, selalu mengintai. Baju-baju yang terlihat biasa bagi orang normal justru bisa merangsang bagi golongan pedofilia.

>> >> Baca Selengkapnya...

Banyak Tertawa Bikin Kamu Tidak Mudah Pikun

Usia tidak hanya akan berpengaruh pada wajah, tetapi juga semua organ manusia termasuk juga otak. Semua organ di tubuh manusia akan mengalami penurunan fungsi di saat usia yang tidak muda lagi, salah satunya adalah otak yang berkaitan tentang ingatan.

Di usia yang tidak muda lagi, seseorang akan mengalami penurunan daya ingatan pada otak. Seperti yang kita ketahui semakin tua usia seseorang maka kepikunan juga akan menyerang.

Semua orang juga sudah tau bahwa pikun adalah salah satu penyakit tua yang tidak ada obatnya. Namun, meskipun tidak ada obatnya, penyakit tua ini bisa dicegah sejak dini. Mau tau caranya? Caranya yaitu dengan  tertawa.

Mungkin kamu sudah tidak kaget atau merasa aneh lagi ketika mendegar kata tertawa. Tertawa memang dipercaya sejak dulu hingga sekarang sebagai obat awet muda yang paling mujarab. Namun, tak hanya awet muda pada wajah saja, tertawa juga bisa membuat daya ingat awet muda meskipun usia sudah tua.

Seperti dilansir Vemale.com, tertawa dapat mencegah terjadinya pikun di usia tua. Sebuah penelitian mengatakan bahwa tertawa dapat mengurangi tingkat stres seseorang.

Hal ini disebabkan karena tertawa dapat menurunkan produksi zat kimia  yang disebut kortisol. Jika produksi kortisol berkurang, maka akan menghilangkan  neuron hippocampal, yang akan memprbaiki otak ketika tidak stres.

Tertawa juga diketahui dapat menimbulkan rasa senang dan gembira sehingga dapat membuat kinerja otak akan semakin baik dan  dapat membuat sistem kekebalan tubuh bekerja lebih baik.

Nah, oleh karena itu, sebaiknya jika kamu ingin selalu awet muda, baik wajah mau pun ingatan perbanyaklah tertawa. Lakukan apa yang bisa membuat kamu tertawa, seperti menonton acara komedi, atau bersanda gurau dengan teman-teman. Dengan begitu pikun tidak akan menghampiri kamu.

Sumber : Palingseru.com 

>> >> Baca Selengkapnya...

Olahraga Bisa Mengurangi Tingkat Stres Seseorang

Olahraga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya menjauhkan depresi. Menurut sebuah studi baru yang dipublikasi dalam The Cochrane Library, olahraga memiliki kemampuan untuk menyembuhkan gejala depresi.

Di seluruh dunia, lebih dari 120 juta orang mengalami depresi. Terapi obat-obatan antidepresan merupakan terapi yang direkomendasikan sebagai pengobatan yang paling efektif menyembuhkan depresi. Meski demikian, obat-obatan tersebut juga tidak terlepas dari efek samping, sehingga orang enggan untuk menggunakannya.

Karena itu, menurut para peneliti, olahraga pun dapat dijadikan pilihan pengobatan. Alasannya, olahraga dapat mengubah kadar hormon yang mempengaruhi mood dan mengalihkan dari pikiran negatif.

Studi sebelumnya menyatakan, belum ada cukup bukti bahwa olahraga mampu mengatasi depresi. Namun setelah studi terbaru dilakukan, peneliti pun yakin ada manfaat dari olahraga terhadap pengobatan depresi.

Dalam studi baru, para peneliti melakukan 39 percobaan yang melibatkan 2.326 orang dengan depresi. Tingkat keparahan pasien diuji menggunakan skala depresi standar.

Dari 35 percobaan, mereka menemukan bahwa olahraga memberikan manfaat yang moderat. Mereka mengatakan, efek olahraga setara dengan terapi psikologi dan obat-obatan antidepresan, meski hasil ini masih disimpulkan dari percobaan skala kecil.

Ketua studi Gillian Mead, peneliti dari Centre Centre for Clinical Brain Sciences, the University of Edinburgh. Inggris, mengatakan, olahraga sudah terbukti memiliki efek pengobatan yang moderat pada depresi. "Namun dari bukti yang ada, belum dapat disimpulkan olahraga jenis apa yang paling berdampak," ujarnya.

Menurutnya, untuk mendapatkan bukti yang lebih kuat, dibutuhkan sebuah studi berskala besar dan berkualitas tinggi.

Sumber ; Kompas.com

>> >> Baca Selengkapnya...

Ternyata, Pakai Ponsel Lebih Dari 15 Jam Dapat Berisiko Terkena Kanker Otak

Ponsel merupakan salah satu penemuan yang paling banyak di gunakan oleh manusia.  Penemuan canggih ini memang memiliki banyak manfaat untuk kehidupan manusia. Beberapa manfaat seperti orang-orang dapat berkomunikasi dari jarak jatuh, dan ponsel juga dapat membuat tali silatutahmi antar sesama tetap terjaga.

Namun, meskipun ponsel memberi banyak manfaat untuk kehiduapan banyak orang, tapi ponsel juga memiliki efek samping lho bagi penggunanya.

Menurut hasil penelitian, orang yang menggunakan ponsel lebih dari 15 jam sehari untuk menelepon akan berisiko terkena kanker otak. Hasil penelitian ini memang sedikit mengejutkan, tapi inilah yang memang benar-benar terjadi.

Seperti dilansir Merdeka.com, penelitian yang dilakukan di University of Bordeaux ini melibatkan sebanyak 253 kasus glioma atau tumor otak primer dan 194 kasus maningioma tumor jinak.

Antara tahun 2004-2006, perbandingan  antara kedua kasus tidak jauh berbeda. Penderita glioma diketahui disebabkan oleh penggunaan ponsel yang tiga kali lebih tinggi dibanding penderita maningioma.

Ternyata dalam penelitian tersebut menunjukan jika gelombang elektromagnetik dari ponsel tersebut dapat menyebabkan kanker, di mana jenis kanker yang sering menyerang adalah kanker otak.

Hal ini membuat banyak orang khawatir untuk menggunakan penemuan canggih tersebut.

Namun, para peneliti hanya menyarankan untuk tidak terlalu berlebihan dalam menggunakan ponsel. Dan para ilmuwan seharusnya lebih memperhatikan dampak dari penggunaan ponsel tersebut.

Sumber : palingseru.com

>> >> Baca Selengkapnya...

Bahaya Tidur Sambil Mendengarkan Music

Mendengarkan musik memang merupakan salah satu hal yang menyenangkan. Tak hanya itu saja, mendengarkan musik favorite yang kita sukai juga dapat merubah suasana hati menjadi lebih baik.

Kebiasaan mendengarkan musik ini tidak hanya di waktu santai saja. Terkadang banyak orang yang mengisi waktu tidurnya dengan masih tetap mendengarkan musik. Hal ini biasanya dapat membuat tidur terasa lebih nyenyak.

Namun tahukah kamu ? bahwa tidur sambil mendengarkan musik ini ternyata berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Sebab, waktu tidur merupakan salah satu hal yang dapat membuat organ tubuh kita beristirahat. Akan tetapi ketika kita tidur tetapi hendset masih saja menempel di telinga dengan suara musik yang di dengar. Sewaktu bangun nanti kamu akan merasakan rasa stres atau merasa seperti tidak tidur seharian. Hal ini dikarenakan saat tidur semalam dengan mendengarkan musik . Itu bearti otak masih bekerja aktif karena menerima suara musik dari handset tersebut.

Jika hal ini dilakukan dalam waktu lama mulai dari beranjak tidur hingga bangun kembali di waktu pagi , otak akan mengalami kelelahan karena tidak ada waktu istirahat selama seharian. Karena otomatis di siang hari kamu akan memulai aktivitas kembali yang membuat otak akan bekerja kembali.

Nah, untuk itu disarankan ketika kita hendak tidur lebih baik mematikan lampu , gedget , laptop dan lain – lain. Hal ini untuk mendukung tubuh bisa beristirahat secara maksimal dan tidur yang berkualitas. Karena tujuan tidur yang berkualitas ini guna membantu metabolisme tubuh di tata kembali agar keesokan harinya dapat memulai aktivitas dengan baik.

Selain itu, tidur dengan mematikan lampu dan semua alat – alat elektronik seperti gedget ini dapat membantu tubuh untuk mendapatkan hormon melatonin yang merupakan salah satu zat di dalam tubuh yang dihasilkan oleh kilenjar pineal di dalam otak serta sebagai zat anti oksidan yang larut dalam lemak dan air, meningkatkan imun tubuh agar menimbulkan relaksasi otot dan membantu meningkatkan mood dan menghilangkan ketegangan.

Sumber : palingseru.com

>> >> Baca Selengkapnya...

5 Tips Mencegah Anoreksia Sejak Dini

Gangguan makan seperti anoreksia kerap menimpa para remaja. Mereka merasa bentuk tubuhnya tidak sempurna sehingga melakukan diet ketat yang membahayakan tubuh. Sebenarnya anoreksia bisa dicegah sejak dini, asal para orang tua mau ikut terjun mengawasi perkembangan anak. Simak ulasan selengkapnya seperti dilansir dari laman Merdeka.com.

1. Cegah sejak masih anak-anak
Ajarkan pola hidup sehat pada anak seperti mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga. Jangan mendorong untuk diet, kecuali anak Anda mengalami obesitas.

2. Perhatikan anak remaja Anda
Anoreksia cenderung menyerang pada remaja terutama anak gadis yang perfeksionis. Dengarkan anak Anda yang sering mengeluh "gemuk". Untuk membantu mencegah anoreksia, pastikan Anda ikut memantau diet anak agar tidak melakukan diet dan olahraga ekstrem.

3. Jangan menyela tubuh anak
Remaja sangat sensitif dan tidak suka ditertawakan. Jika tubuh si anak tidak ideal, daripada mengoloknya sebaiknya ajarkan anak untuk mengikuti gaya hidup sehat agar tubuhnya kembali ideal.

4. Jangan menyela tubuh orang lain
Anda juga harus memberi contoh yang baik pada anak. Jangan suka menyela tubuh orang lain sebab hal tersebut akan berdampak pada cara si anak memandang bentuk tubuh orang lain.

5. Bersikap terbuka
Jika anak Anda mulai merasa cemas dan takut dengan bentuk tubuhnya, rangkul anak Anda dan ajak untuk berkomunikasi. Biasanya penderita anoreksia adalah anak yang tertutup dan punya rasa rendah diri.

>> >> Baca Selengkapnya...
 
Copyright © . Rahasia Otak Jenius - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger