Friday, May 30, 2014

Waspada…! Sering Buka Internet Saraf Otak Bisa Rusak


Para ahli meneliti otak pecandu internet di kalangan remaja. Hasilnya, scan otak menunjukkan kerusakan Banyak peneliti berpendapat bahwa penggunaan internet yang terlalu berlebihan dapat mengganggu kinerja otak remaja. Namun hingga saat ini belum ada bukti kuat yang mengindikasikan hal tersebut.

Seorang ahli saraf Kathryn Mills yang juga seorang mahasiswi PhD di University College London, mengungkap bahwa studi yang melibatkan 135 remaja pengguna internet ekstrem, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan kinerja otak mereka bermasalah.

"Saya belum menemukan bukti bahwa penggunaan internet yang berlebihan dapat merusak saraf otak remaja," kata Mills dalam sebuah konferensi pers di London, belum lama ini seperti dikutip dari Daily Mail.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Trends in Cognitive Sciences, Mills menunjukkan bahwa penelitian yang tepat untuk menjawab isu ini belum dilakukan. "Saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan internet telah atau belum memiliki efek mendalam pada perkembangan otak," tambahnya.

Mills memaparkan, jika ingin tahu bagaimana internet berdampak pada otak, kita perlu melakukan studi yang menyelidiki tindakan otak dan hubungannya dengan perilaku dan kognisi dalam sampel yang representatif.

Pada tahun 2011, sebuah studi yang dilakukan ahli saraf dan ahli radiologi di universitas dan rumah sakit di China mengklaim bahwa penggunaan internet yang berlebihan - antara 8 dan 14 jam sehari dapat menyebabkan bagian dari otak remaja berkurang.

Sementara pada tahun 2012, studi lain mengatakan bahwa kecanduan internet mengganggu saraf otak remaja. Para penelitian di China menggunakan scan MRI untuk yang signifikan bagi mereka yang kecanduan game online.

Sumber : liputan6.com
>> >> Baca Selengkapnya...

Mengapa Otak Kita Bisa Lupa ?


Kenangan dari anak usia dini biasanya sulit untuk dipahami, namun mengapa kita tidak bisa mengingat pengalaman yang paling formatif itu?

Sebuah studi, yang diterbitkan baru-baru ini di Science, menemukan bahwa neurogenesis – neuron (sel saraf) generasi baru – yang mengatur tentang perasaan "lupa" pada masa dewasa dan bayi, serta secara signifikan memberikan kontribusi terhadap fenomena "amnesia di masa kanak-kanak".


Sepanjang hidup, neuron baru terus dihasilkan di dalam dentate gyrus, bagian dari hippocampus pada otak besar. Ini adalah salah satu dari hanya dua area di otak mamalia yang secara konsisten menghasilkan neuron setelah bayi, yang membantu pembentukan memori tentang tempat dan hal-hal baru.

Neuron-neuron baru ini bersaing dengan koneksi saraf yang sudah ada sebelumnya dan mengubahnya. Dengan menindih jalan mereka ke dalam jaringan ini, neuron baru ini mengganggu memori lama, menyebabkan memori lama terdegradasi sehingga memberikan kontribusi terhadap perasaan lupa.

Neurogenesis sangat tersebar luas selama masa bayi, tetapi menurun secara dramatis seiring dengan pertambahan usia. Para peneliti berhipotesis bahwa meningkatnya gangguan memori pada hippocampus pada masa kanak-kanak membuat memori-memori itu tidak dapat diakses pada masa dewasa.

Pengujian pada hgewan pengerat

Untuk mengetahui hubungan antara neurogenesis dan perasaan lupa, sebuah tim dari University of Toronto, Kanada, melakukan serangkaian tes pada tikus, marmut, dan jenis hewan pengerat kecil yang disebut degus. Pertama, sekelompok tikus bayi dan dewasa dilatih untuk takut terhadap lingkungan tertentu melalui penggunaan kejutan listrik ringan pada kaki.

Beberapa tikus dewasa kemudian ditempatkan di dalam roda berjalan, suatu kegiatan yang telah terbukti dapat meningkatkan neurogenesis. Ketika kembali ke lingkungan awal, tikus dewasa yang berada di dalam roda berjalan, telah melupakan perasaan takut mereka terhadap kejutan listrik, sedangkan yang tanpa roda berjalan, masih tetap memertahankan hubungan antara lingkungan tersebut dan rasa takut terhadap kejutan listrik.

Dari kelompok tikus bayi, beberapa ekor di antaranya diberi obat untuk memerlambat laju penurunan neurogenesis guna melihat apakah penurunan generasi neuron baru itu berpengaruh terhadap perasaan lupa yang biasanya diamati pada tikus bayi. Sesuai dengan hipotesis peneliti, kemampuan hewan-hewan ini untuk mempertahankan kenangan membaik dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang tidak diberi obat.

Penelitian ini kemudian beralih ke marmut dan degus. Kedua hewan pengerat ini memiliki neurogenesis hippocampal pasca kelahiran yang lebih pendek, karena mereka memiliki lebih banyak neurologis dewasa saat lahir. Itu berarti mereka telah menambah memori pengingat ketika bayi, sehingga hewan-hewan yang diberi obat untuk meningkatkan neurogenesis secara buatan, justru mengakibatkan perasaan lupa. Psikolog Dr. Amy Reichelt, dari University of New South Wales, mengatakan bahwa studi itu memang cocok menggunakan bayi marmut dan degus.

"Hewan-hewan ini dilahirkan dengan cara yang 'dewasa sebelum waktunya'– pada dasarnya mereka merupakan miniature hewan dewasa – dapat hidup secara independen, yang merupakan kebalikan dari tikus. Tikus dan manusia sama-sama rentan dan memiliki ketergantungan yang sangat besar pada saat lahir," kata Dr. Reichelt.

"Pada hewan muda di mana neurogenesis berada pada tingkat tinggi, sirkuit memori terus mengalami perubahan, jadi hal ini mendukung gagasan bahwa kenangan tertentu telah 'dipangkas' dan dengan demikian dapat timbul perasaan lupa, serta fenomena 'amnesia di masa kanak-kanak'."

Bagaimana kita bisa lupa?

Penelitian sebelumnya telah meneliti hubungan antara neurogenesis hippocampal dan memori, dengan berfokus pada pentingnya konsolidasi memori pada hewan dewasa. Namun mereka tidak memertimbangkan bagaimana neurogenesis juga dapat membahayakan memori pengingat.

Menuru psikolog perilaku, Dr. Jee Hyun Kim, Kepala Developmental Psychobiology Lab di Florey Institute of Neuroscience and Mental Health, Melbourne, Australia, mengatakan: "Telah lama terdapat spekulasi bahwa 'ketidak dewasaan' pada hippocampus mungkin bertanggung jawab pada fenomena amnesia pada masa kanak-kanak." "Namun, studi terbaru berspekulasi bahwa ketidakdewasaan juga dapat terjadi dalam bentuk fungsi hiper. Studi ini menunjukkan bahwa sifat plastik yang ekstrim pada otak kita pada masa awal kehidupan, dapat menjadi alasan mengapa kita dengan cepat melupakan memori yang terjadi pada masa-masa awal kehidupan."

Amnesia pada masa kanak-kanak tidak terbatas pada memori hippocampus pada manusia dan hewan. Dr. Kim mengatakan bahwa kemungkinan terbentuknya neurogenesis juga hanya bagian dari cerita.

"Saya tidak akan terkejut jika kita menemukan neurogenesis yang belum ditemukan di bagian lain dari otak," katanya.

Manfaat penelitian

Namun, apakah penelitian ini mengisyaratkan cara meningkatkan memori pengingat pada masa depan? "Ini tidak akan mampu untuk mencegah neurogenesis dan mengurangi perasaan lupa tentang memori yang sudah ada," kata Dr Kim.

Yang mengejutkan, itu adalah sisi lain dari koin yang menjanjikan peluang yang lebih potensial. Memanfaatkan neurogenesis untuk mengacaukan kenangan yang sudah ada sebelumnya bisa memiliki manfaat tersendiri. Menurut Dr. Kim, orang yang mengalami depresi atau cemas mungkin ingin melupakan kenangan buruk dan berfokus pada penciptaan kenangan dan / atau pola pikir yang lebih baik.

"Hal ini bisa sangat konstruktif bagi anak-anak yang mengalami trauma pada masa awal kehidupan," kata Dr. Reichelt. "Meningkatkan neurogenesis bisa menjadi terapi yang bermanfaat untuk mengobati atau mencegah timbulnya gangguan stres pasca-trauma," tambahnya.

Sumber : erabaru.net
>> >> Baca Selengkapnya...

Nonton Film Biru Bikin Pria Lebih Bodoh


Penelitian terbaru menunjukkan otak pria bakal cenderung menyusut jika terlalu banyak menonton film biru alias rekaman video bermuatan konten-konten dewasa.

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti asal Jerman ini sekaligus memberikan peringatan kepada pria agar tak terlalu sering menonton tayangan pornografi jika tak ingin bermasalah dengan kecerdasan. Penelitian ini dilakukan oleh Max Planck Institute for Human Development, Jerman. Hasilnya mengungkapkan sebagian pria yang terlalu banyak menonton film biru itu memiliki striatum lebih kecil.

Dalam penelitian ini  Simone Kuhn dan rekannya, Jurgen Gallinat dari Charite University, Berlin, Jerman merekrut 64 pria sehat berusia antara 21 tahun dan 45 tahun. Mereka lalu diminta menjawab pertanyaan tentang kebiasaan menonton film biru. Para peneliti itu juga mengambil gambar dari otak para pria subjek penelitian untuk mengukur volume dan untuk melihat bagaimana otak mereka bereaksi terhadap gambar-gambar bernuansa dewasa.

Dikutip Metro.co.uk, hasilnya, para peneliti menemukan bahwa volume yang disebut striatum–daerah otak yang telah dikaitkan dengan pengolahan penghargaan dan memotivasi perilaku–ternyata lebih kecil saat orang tersebut banyak menonton film biru. Selain itu mereka juga menemukan bahwa daerah otak lain yang juga merupakan bagian dari striatum yang aktif juga mengalami penurunan saat menonton film biru.

Penemuan ini sekaligus menjadi sebuah ironi mengingat sebuah survei yang diadakan oleh University of East London tahun lalu melansir sebuah data bahwa 97%  anak laki-laki dan 80% anak perempuan ternyata telah menonton film biru.

Sumber :  sloops.com
>> >> Baca Selengkapnya...

Benarkah Konsumsi Terlalu Banyak Bumbu Penyedap Merusak Jaringan Otak Anak


Saat menyiapkan hidangan masakan sehari-hari, sebagian besar ibu enggan menggunakan terlalu banyak bumbu penyedap dengan Monosodium glutamat (MSG). Hal ini dikarenakan adanya informasi yang menyebutkan kebiasaan ini bisa membahayakan jaringan otak anak. Benarkah demikian?

“Kandungan yang ditakutkan banyak orang tua pada MSG adalah glutamatnya. Glutamat adalah sejenis asam amino yang mempunyai peran dalam pertumbuhan sel namun tidak essensial bagi tubuh karena tubuh bisa membuatnya sendiri,” ujar Rita Ramayulis, DCN, MKes, pakar nutrisi, saat berbincang dengan detikHealth.

Nah, karena tubuh bisa membuatnya sendiri, menurut Rita konsumsi glutamat secara berlebihan akan meningkatkan kadar glutamat dalam darah secara bermakna. Apa efeknya?

“Berbagai penelitian menjelaskan bahwa kelebihan glutamat dalam plasma darah bersiko untuk bisa merembes ke neuron atau saraf otak, sehingga menimbulkan kerusakan pada jaringan otak,” papar Rita.

Dosen jurusan Gizi di Politeknik Kesehatan Jakarta II tersebut juga menjelaskan bahwa selain merusak jaringan otak, kelebihan konsumsi glutamat pada orang-orang tertentu juga bisa menimbulkan pembengkakan kelenjar tiroid.

“Jadi pada orang tersebut kena glutamat sedikit saja langsung bereaksi dan terjadi pembengkakan,” pungkas Rita.

Yang pasti, Rita menegaskan bahwa berlebihan konsumsi glutamat (yang banyak terkandung di dalam bumbu penyedap atau MSG), dapat mempengaruhi sirkulasi darah ke otak dan berisiko merusak jaringan otak. Akibatnya, kemampuan anak untuk berkonsentrasi akan menurun. / detik.com

Sumber : apakabarsidimpuan.com
>> >> Baca Selengkapnya...

Inilah Cara Kerja Otak Paedofil Menurut Ilmuwan

Ilmuwan mengatakan bagian dari otak yang merespon wajah dan seks pada paedofil secara abnormal menjadi aktif saat mereka melihat wajah anak-anak. Temuan baru ini bisa menjadi cara baru untuk mendiagnosa paedofil.

Peneliti seksual Jorge Ponseti dari Christian-Albrechts University of Kiel, Jerman dan rekannya memindai otak 56 laki-laki. Sebanyak 11 orang merupakan paedofil heteroseksual, 13 paedofil homoseksual, 18 nonpaedofil heteroseksual dan 14 nonpaedofil homoseksual. Otak dipindai menggunakan functional magnetic resonance imaging (fMRI).

Saat proses itu, mereka secara singkat ditunjukkan foto perempuan dewasa, pria dewasa, anak laki-laki dan perempuan. Pada pria yang tertarik pada orang dewasa, foto orang dewasa mengaktifkan beberapa daerah di otak dengan signifikan.

Daerah tersebut misalnya oksipital, korteks prefrontal ventrolateral, putamen dan  kaudatus nukleus. Daerah itu berfungsi membantu manusia merespon wajah dan perilaku seksual. Pada pelaku paedofil daerah di otak tersebut lebih aktif saat mereka ditunjukkan foto anak-anak.

"Penelitian lebih lanjut tetap diperlukan. Bisa saja daerah di otak itu menjadi aktif karena mereka selalu terekspos pada wajah anak-anak, misalnya karena mereka adalah guru atau seseorang yang bekerja bersama anak-anak," ujar Ponseti, seperti dilansir Live Science, pekan lalu.

Sumber : seruu.com
 http://family.seruu.com/read/2014/05/26/215270/nih-cara-kerja-otak-paedofil-menurut-ilmuwan
>> >> Baca Selengkapnya...

4 Gerakan Tubuh Yang Dapat Meningkatkan Kemampuan Otak

Otak merupakan organ penting pengontrol tubuh. Namun, ternyata tubuh juga bisa memengaruhi otak. Gerakan tertentu yang dilakukan tubuh rupanya bisa memberikan efek positif kepada otak. Berikut empat gerakan tubuh yang bisa meningkatkan kemampuan otak, seperti dikutip dari Live Science.

1. Tersenyum
Senyum merupakan gerakan sederhana yang bisa memberikan efek signifikan yang nyata. Dalam sebuah penelitian yang terbit pada 1988, tersenyum tanpa alasan dapat mengelabui otak dan mengurangi kadar stres dalam otak. Hal ini juga bisa membuat seseorang lebih bahagia.

2. Rentangkan lengan
Merentangan lengan bisa menciptakan perasaan berkuasa dalam diri seseorang. Penelitian menunjukkan, postur membuka tubuh dan memperluas ruang pribadi bisa mengubah kadar hormon yang membuat seseorang meresa lebih kuat dan berani.

3. Tidur siang
Meluangkan sedikit waktu untuk tidur siang akan membantu otak untuk beristirahat. Penelitian telah menunjukkan bahwa tidur siang yang nyenyak akan meningkatkan memori, kinerja, dan kemampuan mental.

4. Meditasi
Meditasi tidak hanya memberi pengaruh psikologis bagi otak tetapi juga pengaruh fisik yang signifikan. Menempatkan tubuh dalam postur meditasi dengan berulang kali melakukan pernapasan dalam dapat mengatur dan membersihkan pikiran yang akhirnya memberikan kesehatan pada otak kita.

Sumber : tempo.co
>> >> Baca Selengkapnya...

5 Makanan yang Bisa Menunjang Nilai Bagus Saat Ujian

Kita semua tahu jika nutrisi yang baik atau makanan bagi otak dapat memberi energi dan membantu kita hidup lebih lama. Tapi, tahukah Anda jika makanan bagi otak itu dapat membantu mendapatkan nilai ujian lebih baik? 

Itu fakta. Nyatanya, memang ada beberapa jenis makanan yang terbukti dapat meningkatkan kerja otak kita secara efektif, termasuk ketika ujian. Penasaran? Berikut lima makanan wajib dikonsumsi ketika menjelang ujian, seperti dikutip dari Testprep,

1. Teh Hijau
Kandungan polifenol dalam teh hijau terbukti dapat melindungi otak dan mampu meningkatkan mood lho. Menurut Psychology Today, mengonsumsi teh hijau akan melindungi otak dari rasa lelah dan sedih. Ditambah lagi, polifenol yang membantu produksi dopamine akan membuat kita terus berpikir positif. Nah, inilah yang kita butuhkan ketika akan menghadapi ujian, yakni pikiran positif dan membuang jauh-jauh rasa takut dan khawatir akan mendapatkan nilai buruk.

2. Telur
Jika ingin meningkatkan kemampuan otak dalam mengingat ketika belajar sebelum ujian, makanlah telur. Berdasarkan beberapa studi, kandungan choline dalam telur akan meningkatkan kemampuan otak dalam mengingat berbagai hal. Selain itu, kuning telur merupakan bahan makanan yang memiliki kandungan choline paling banyak.

3. Salmon
Omega 3 dan asam lemak merupakan kandungan asam lemak tak jenuh terbanyak yang ada di otak. Maka, dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan omega 3 seperti ikan salmon, dapat meningkatkan fungsi otak dan mood. Peningkatan fungsi otak, seperti kemampuan berpikir, mendengarkan, dan merespons dapat membantu kita meraih nilai ujian yang tinggi. Jika alergi terhadap ikan, kandungan serupa dapat Anda temukan ketika mengonsumsi kacang kenari.

4. {Dark chocolate}
Sifat antioksidan kuat dalam kandungan flavanoid pada dark chocolate terbukti dapat menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Tidak hanya itu, dark chocolate juga mengandung kafein yang dapat membantu Anda untuk tetap fokus dan berkonseterasi saat ujian. Namun, jika dikonsumsi dalam batas yang wajar kafein yang dikonsumsi secara berlebih justru berbahaya bagi tubuh.

5. Acai berry
Meski kecil dan berwarna ungu kehitaman, acai berry mengandung anti oksidan dan asam lemak serta omega 3 yang sangat tinggi. Antioksidan berfungsi untuk melancarkan sirkulasi darah ke otak, sementara omega tiga dalam buah tersebut berguna untuk menjaga mood Anda tetap positif sehingga membuat Anda lebih percaya diri dalam mengerjakan soal yang rumit.

Setelah belajar keras pada hari-hari sebelumnya, mengapa tidak mencoba mengonsumsi secangkir teh hijau dengan telur orak-arik yang dicampur salmon asap, serta smoothies Acai berry dan diikuti dengan sepotong dark chocolate saat akan ujian? Skenario terburuk Anda mengonsumsi sarapan yang sehat. Sedangkan skenario terbaik yang bisa terjadi ialah Anda meraih nilai yang lebih baik dari sebelumnya. Selamat mencoba!

Sumber :  okezone.com
>> >> Baca Selengkapnya...

Waspada…! Sering Gunakan Ponsel Berisiko Tumor Otak


Masyarakat yang sering menggunakan ponsel kini harus berhati- hati karena dapat mempunyai risiko lebih tinggi terkena tumor otak.

Menurut sebuah penelitian di Prrancis yang dikutip dari Reuters ,rata- rata diagnosis tumor otak memang berkaitan dengan penggunaan ponsel yang terlalu sering.

“Ini bukan penelitian pertama yang menunjukkan risiko tumor dengan penggunaan sering ponsel,” kata seorang profesor bedah saraf yang telah meneliti tumor otak dari Universitas Pittsburgh, Dr L. Dade Lunsford.

Hasil baru menemukan antara pengguna seluler yang menunjukkan bahwa ada hubungan bagi orang yang sering menggunakan ponsel dengan tumor otak.

“Ponsel memancarkan frekuensi radio yang mengandung elektromagnetik dalam spektrum gelombang mikro yang mungkin menyebabkan kanker,” kata Dr Seung- Kwon Myung dari Pusat Kanker Nasional Korea Selatan.

Berdasarkan penelitian yang ada pada tahun 2011, Badan Internasional Organisasi Kesehatan Dunia Kanker mengklasifikasikan radiasi dari ponsel sebagai karsinogenik.

Tim Perancis , yang dipimpin oleh Dr Gaelle Coureau dari Universitas Bordeaux Segalen, menggunakan register kanker untuk mengidentifikasi orang dewasa dengan meningioma atau glioma yang merupakan dua jenis yang paling umum dari tumor otak orang dewasa.

Analisis baru termasuk 253 kasus glioma dan 194 kasus meningioma di empat wilayah Perancis dan dua kali lebih banyak dibanding daerah yang belum teridentifikasi tumor otak.

Tumor otak umumnya jarang dibandingkan dengan jenis kanker lainnya. Kurang dari delapan dari 100.000 orang di AS setiap tahun didiagnosis dengan meningioma dan 85 persen dari mereka menderita tumor jinak.

“Tumor otak ganas mewakili hanya dua persen dari semua kanker,” kata John Hopkins dari Klinik Cleveland.

Peneliti mewawancarai para peserta tentang penggunaan ponsel pada waktu yang lalu dengan pertanyaan-pertanyaan model ponsel yang mereka gunakan, berapa lama mereka menggunakannya, rata-rata jumlah dan lama panggilan yang dibuat, berapa kali menerima telpon setiap bulannya dan apakah ponsel digunakan untuk bekerja.

Pengguna biasa yang telah menggunakan ponsel setidaknya sekali seminggu selama enam bulan terdeteksi memiliki tumor dibandingkan mereka yang tidak pernah menggunakan ponsel.

Orang-orang dengan durasi kumulatif melakukan panggilan terpanjang, atau lebih dari 896 jam menelepon memiliki dua kali lebih mungkin untuk memiliki glioma atau meningioma daripada orang yang telah melakukan penggilan kurang.

Untuk meminimalkan risiko, Myung merekomendasikan lima tips keselamatan yang dikeluarkan oleh Environmental Working Group: menggunakan headset atau speakerphone bila memungkinkan, bila tidak digunakan jauhkan ponsel dari tubuh, disarankan mengirim SMS dibanding telepon, tidak menyimpan ponsel di saku atau di bawah bantal.

Sumber : solopos.com
>> >> Baca Selengkapnya...

Benarkah Alkohol Merusak Otak ?


Sebagian orang berpikir bahwa alkohol bermanfaat untuk kesehatan manusia. Padahal, minuman ini sudah terbukti merusak tubuh dan menjadi ‘musuh’ kesehatan. Kebanyakan orang yang minum alkohol menjadi kecanduan, berhalusinasi, mengalami gangguan mental, kesehatan, dan kejiwaannya labil. Tidak hanya itu, alkohol ternyata juga merusak otak. Bagaimana hal ini terjadi?

Menanggapi hal ini, ahli psikologi, Tika Bisono mengatakan, apabila minuman alkohol dikonsumsi dalam jumlah melebihi ambang batas, alkohol tersebut akan merusak sistem saraf di lobus otak.

Bukan hanya menyebabkan sistem saraf rusak, namun alkohol juga menyebabkan halusinasi yang tinggi pada seseorang. Kontrol dan kesadaran pada diri sendiri pun juga akan menurun, bahkan dapat hilang. Lebih parahnya, emosi dan sistem logika menjadi rusak akibat minum alkohol.

Tika juga berpendapat bahwa mengobati efek negatif dari minum alkohol hanya dapat dilakukan dengan rehabilitasi. Air, kopi, dan olahraga pun tidak dapat menghilangkan alkohol yang sudah masuk ke dalam tubuh. Alkohol akan hilang dengan sendirinya, yakni sekitar 0,1 gram hingga 0,15 gram alkohol per liter untuk satu jamnya.

Sementara itu, menurut Tim ilmuwan dari Heidelberg University Hospital yang melakukan penelitian yang melibatkan delapan orang laki-laki dan perempuan kini telah menemukan jawabannya. Dalam penelitian tersebut, delapan laki-laki dan perempuan tersebut meminum alkohol yang sejumlah 3 kaleng bir dengan menggunakan sedotan ketika dilakukan pindai MRI di kepala mereka. 6 menit kemudian, kandungan alkohol dalam darah mereka meningkat sebanyak 0,01% yakni dari 0,05% menjadi 0,06%. Dalam jumlah ini, kemampuan menyetir mobil mereka sudah berkurang.

Selain itu, terjadi penurunan konsentrasi keratin yang melindungi otak seiring dengan bertambahnya kadar alkohol dalam tubuh. Bahkan, kolin, komponen di membrane sel juga mengalami penurunan. Biller menjelaskan, bahwa fakta ini mengindikasikan alkohol dapat memicu perubahan komposisi yang ada pada membran sel di otak. Untuk itu, sebaiknya Anda tidak mengkonsumsi alkohol karena dapat merusak kesehatan.

Sumber : pekanbaru.co
>> >> Baca Selengkapnya...
 
Copyright © . Rahasia Otak Jenius - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger